Wajah dunia sudah berubah di era sekarang ini banyak sekali istilah - istilah yang muncul di permukaan mulai dari ZAMAN DIGITAL, GEN-Z, BABY BOOMER, KAUM MILENIAL, NETIZEN, JUALAN ONLINE dan masih banyak lagi istilah - istilah yang digunakan untuk mempresentasikan bahwa zaman ini adalah zamannya DIGITAL, DINAMIS, PRAKTIS DAN EKONOMIS dan tentunya cara BERJUALAN , BERUSAHA untuk memenuhi kehidupan juga berubah yang dulunya hanya pakai toko offline sekarang sudah menjadi toko online, yang dulunya pengantaran paket melalui kurir merupakan hal yang sangat jarang terjadi maka sekarang ini menjadi luar biasa frekuensinya, import yang dulunya sulit sekarang sudah mudah, export pun begitu juga. DHL,FED-ex, TNT yang notebene pemain luar pun sudah banyak berseliweran di beberapa tempat apalagi pemain lokal semisal JNE, J&T, Si Cepat dan lain nya.
Ditambah lagi munculnya banyak MARKET PLACE seperti BUKALAPAK, TOKOPEDIA, LAZADA, SHOPEE dan banyak lagi bentuk usaha sejenis belum lagi serbuan marketplace luar negeri seperti ALI EXPRESS, ALIBABA, RAKUTEN, E-BAY, AMAZON dan banyak lagi para pemain marketplace dunia yang otomatis mengubah wajah dan perilaku jual beli di zaman milenial ini. Ditambah lagi social media yang semula digunakan hanya untuk berinteraksi dengan teman atau saudara menjadi tempat memasarkan produk atau barang bisnisnya kita lihat saja sekarang social media FACEBOOK dan INSTAGRAM menjadi tempat jualan yang ampuh untuk meraup cuan ditambah marketplace - marketplace masa sekarang ini memberikan potongan harga untuk ongkos kirim atau ongkir dan tentu saja menjadikan frekuensi pengiriman meningkat signifikan.
Sampai - sampai saya pernah bertanya kepada salah satu kurir expedisi lokal "BANYAK KALI PAKETNYA BANG?", Si kurir berkata :"Iya bang semenjak ada jualan online - online ini banyak kali pengantaran kami"
Dan ternyata hampir semua barang – barang yang berada di market place itu didapat penjualnya dari negara luar semisal China yang memang kita sudah tahu begitu gilanya harga barang - barang disana yang memancing para pembeli untuk memborong barang - barang dari sana. Jenis - jenis orang yang terlibat pun beragam ada yang bertindak sebagai reseller dan ada yang bertindak sebagai dropshipper dan tentu saja secara mereka tidak sadari mereka telah terlibat dalam proses import-export.
Video berikut ini memberikan gambaran bagaimana mudahnya import dilakukan
Di video tersebut kita bisa melihat bagaimana seseorang atau sekelompok orang dengan mudah nya dapat menjadi seorang importir yang pasti akan berdampak kepada meningkatnya kegiatan eksport-import di antara negara - negara yang terlibat. Maka tidak heran kegiatan export import cendrung mengalami trend peningkatan, sebagai contoh dalam 2 tahun belakangan terjadi peningkatan volume export - import sebagaimana data yang kita ambil dari situs Badan Pusat Statistik.
Zaman ini bukannya lagi zaman yang sulit bagi perorangan untuk mengimport barang – barang dari luar negeri karna banyak kemudahan yang sudah didapatkan mereka yang ingin mendapatkan barang dari luar negeri baik melalui smartphone maupun website penjualan, portal dan semacamnya. Ditambah lagi dengan sistem pembayaran yang makin mudah menjadikan kegiatan import menjadi makin lancar.
Begitu juga halnya dengan kegiatan EXPORT yang berada di zaman milenial ini pun tak kalah mudahnya , para pemilik produk atau barang sudah bisa memasarkan produknya dengan bermodal smartphone melalui jalur marketplace untuk dijangkau oleh orang - orang yang berada di seluruh dunia yang membutuhkan produknya.
Gambar:salah satu barang dari Indonesia yang dijual di pasar market place internasional Alibaba.com
Melihat kemudahn - kemudahan ini bukan tidak mungkin dalam beberapa waktu ke depan akan terjadi lonjakan kegiatan export - import yang mungkin tidak kita duga sebelumnya apalagi di masa pandemi ini banyak perusahaan - perusahaan yang tutup yang berdampak pada terjadinya "PERUMAHAN KARYAWAN" yang memicu semakin tumbuhnya bisnis - bisnis kecil seperti yang disebutkan diatas.
Dalam hal ini kita masih berbicara dan menggambarkan bagaimana pesatnya lalu lintas JUAL - BELI oleh perorangan belum lagi kalau berbicara expedisi perusahaan - perusahaan besar , export import mineral , CPO , pertanian dan lain sebagainya maka mungkin akan lebih padat lagi lalu lintasnya.
Dan sebagai sedikit tambahan yang tidak kalah penting yaitu mengenai issue keamaanan data dan informasi sebagai pendukung kegiatan export – import di zaman milenial karna semakin teknologi diterapkan semakin banyak celah yang memungkinkan orang untuk menyalahgunakan teknologi itu sebagaimana yang kita dengar dalam beberapa bulan belakangan ini dimana bocornya data pengguna dari salah satu intansi pemerintahan ke publik dan rusaknya data salah satu BUMN oleh ransomware.
Maka sebagai pintu gerbang perdagangan nasional dan internasional dan dengan segala sumber daya yang dimiliki diharapkan "PELINDO BERSATU" akan menjawab semua tantangan dan suasana di ERA MILENIAL ini tentunya dengan semangat AKHLAK. Karna memang dunia perdagangan di zaman milenial ini sangat dinamis, tumbuh pesat, penuh persaingan.
Adaptasi perusahaan - perusahaan yang berorientasi import - export pun harus berjalan ke arah yang lebih baik untuk menjawab tantangan zaman milenial ini.
WASSALAM
Rahmat Sidik
185022558
Terminal Peti Kemas – A
@rahmatsidik


Tidak ada komentar:
Posting Komentar